drama

Seorang perempuan yang terlalu mencintai seorang lelaki yang tidak pernah bisa menjanjikan masa depan apapun kepadanya, pada akhirnya akan menjadi manusia nomor satu yang paling membenci lelaki itu. Dan ketika suatu hari lelaki tersebut memulai hubungan dengan perempuan baru, mungkin perempuan yang terlalu cinta itu akan menjadikan perempuan baru tersebut sebagai perempuan yang paling dibencinya di dunia.
Perihal benci dan cinta yang tak ada habis-habisnya.
Kasihan si perempuan yang terlalu cinta. Cinta tak dapat, benci membuncah, membuat ketidaknyamanan dimana-mana, dan pada akhirnya menjadi drama yang membosankan. Seakan-akan perempuan baru mencuri cintanya. Seakan-akan sang lelaki menduakan cintanya. Padahal tidak pernah ada janji apapun untuknya. Drama dimulai.
Popcorn berterbangan di udara.

s e l a m a t m e n y a k s i k a n!

Iklan

jeda

Jeda memberikan kesempatan tumbuh dan berkembangnya suatu hubungan, lebih-lebih hubungan asmara. Namun, jarak yang begitu jauh terkadang justru memutuskan keterhubungan.

-Dewi Kharisma Michellia dalam Surat Panjang tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya

Di titik ini aku mempermasalahkan ukuran. Seberapa jauh jeda yang bisa membuat kita kembali sebahagia awal jatuh cinta dulu?

Atau mungkin yang jadi masalah bukan ukuran jeda, tapi masing-masing dari aku dan kau yang mengatasnamakan kita lalu mengedepankan ego yang entah berujung kemana. Mungkin yang kita belum paham adalah cara membahasakan dan membaca perasaan. Bahwa sebenarnya jeda yang menyiksa ini untuk apa kalau sebenarnya kau dan aku masih saling cinta.

Buatku ini menyiksa. Entah kalau buatmu.

Sebab aku tahu, kalau bersamamu, semelelahkan apapun itu, akan lebih baik daripada saat aku menuliskan ini.


Diproteksi: :)

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:


hizrawan nyebelin dodi, liza ngambekan utami.

Demikian mudah hal-hal besar membuatku mengutuk tingkahmu, hingga hal-hal kecil membuatku mencintaimu lagi. Bahwa mungkin adamu saja cukup, hingga tak ada doa lain yang pantas kuucap selain selamanya.

Lalu kalau memang ini kebodohanku, secara sadar aku tahu, aku masih menujumu.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


satir

1-

Apa yang sedang kauusahakan, ketika kaumeninggalkan dia-meminta dia meninggalkanmu, lalu kini kaumencoba membuat dia meragu?

Lucu. Bagaimana mungkin kau bisa-bisanya tak mampu membiasakan diri tanpanya?

Sementara itu, dia sedang mengusahakan bahagianya yang baru. Sementara itu, jika kau terus begitu, jika suatu hari nanti dia meninggalkan perempuannya karenamu, apa kau tega berbahagia atas luka baru perempuan yang tak punya salah padamu?

Bahwa kadang harusnya tetap ada logika di kepala, walau sedang sejatuh-jatuhnya dalam cinta.

2-

Apa yang sedang kaupikirkan, ketika kau ditinggalkannya-meninggalkannya karena dia yang memintamu, lalu kini kau meragu?

Lucu. Bagaimana mungkin kau bisa-bisanya tak bisa menentukan hati mana yang kaupilih?

Sementara itu, aku jatuh terlalu dalam padamu. Sementara itu, jika kau terus begitu, bagaimana mungkin aku bisa membiarkan kesayanganku meradang, apa mungkin aku tega mengubur dalam-dalam impianmu atas perempuan yang pernah menjadi kecintaanmu dulu?

Bahwa kadang demikianlah orang-orang di luar sana menyebutkan, bentuk mencintai paling besar adalah melepaskan orang yang dicintainya untuk memilih bahagianya sendiri.


bahwa mencintai itu..

bahwa ia yang kauletakkan paling dekat dengan jantung, paling lekat dengan hati, memang yang paling mampu melukai.
bahwa ia yang pernah kauhapus airmatanya, yang pernah kaupeluk jauh dari duka, memang yang paling mampu membuatmu nestapa.
bahwa mungkin ia yang kaubalut lukanya, kau lepaskan panah yang menyakitinya, memang yang paling bisa membuat panah itu melebamkanmu juga.


besar–kecil

Sayang,

Harusnya kita bisa meributkan hal-hal besar tanpa harus melupakan perihal kecil seperti sudah terisikah perut kita masing-masing hari ini.

Kita harus cukup sehat untuk melewati sandungan-sandungan ini. Kita harus cukup kenyang untuk kemudian berpikir, masih perlukah kita meributkan hal-hal kecil yang akan semakin membesar kalau terus-terusan kita ributkan? Seperti susahnya mantan perempuanmu mengikhlaskan kamu yang sudah menjadi raja di singgasana pelukku. Atau seperti susahnya pikiranku berhenti membandingkanmu dengan mantan lelakiku. Kalau dipikir-pikir, siapalah mereka, masa lalu yang kalau dipikirkan hanya menghabiskan waktu. Sedang hati dan pikiran kita harusnya tak cukup luas untuk menampung mereka lagi. Sebab untuk melangkahkan kaki-kaki kecil kita, segala indera sudah harus menuju rumah.

Kekasihku,

Harusnya kita bisa mudah menyelesaikan hal-hal besar yang menyebabkan kita bertengkar tanpa harus melupakan perihal kecil yang pernah menyebabkan kita jatuh cinta dan saling menitipkan hati.