pertemuan pertama-ingin jadi pohon.

pernah mengenang pertemuan pertama?
aku. sekarang. mengenang dia. suatu sore impian pertemuan pertama. penting sekali mengenang itu. penting sekali mengingat detailnya. tentang perasaan yang tak karuan sebelumnya, abaikan. dan terjadilah..
pertemuan.

jauh-jauh hari sebelum semua itu jadi kenyataan, aku sering menasihati diri.bahwa setiap pertemuan akan diikuti perpisahan. bahwa jangan bertemu kalau tak mau berpisah. bahwa demikianlah, sudah hukum alam mungkin, pertemuan hanya pembuka. setelah pertemuan mungkin ada cerita tentang apa saja. suka-duka. cerita itu bisa jadi berdurasi panjang, tak jarang juga pendek. terserah si empunya. manusia cuma aktor dunia sandiwara. sutradaranya ada. Si Empunya. maka perpisahan adalah ujungnya. absurd memang. tapi itu kenyataan, kan?

tapi aku tak takut juga pada perpisahan, kutantang pertemuan. kamis sore yang rupawan berlalu. matahari sudah tak tampak lagi waktu itu. hari yang melelahkan kupikir untuk kami berdua, tapi dia tak sungkan menunggu. lalu malam itu kudapati mata resahnya. lelah. sementara aku gelisah. kupikir mungkin karena terlalu banyak kata yang kami bicarakan sebelum pertemuan ini. dia banyak bungkam. kupikir kita, tapi ternyata cuma aku. terlalu banyak kata yang aku rangkai jadi paragraf tentangnya. hingga malam itu aku hanya ingin satu hal, aku ingin jadi pohon saja. ya. tentang pertemuan pertama itu. pertama kalinya aku ingin jadi pohon. meneduhkannya.

..tapi ternyata aku tak bisa.

dan yang terpahit dari itu semua, entah kapan akan ada pertemuan lagi. entah kapan ada cerita lagi. entah kapan bisa meneduhkan. seolah-olah gerbang perpisahannya sudah terbuka. seakan sudah harus berakhir sebelum dimulai. semuanya..

..sayup sayup terdengar the hill-marketa irglova. ah, sudahlah. aku selesai.


ode to sara

Pinggiran pantai menenggelamkan murungmu sore itu. Matahari masih menyisakan terang. Langit benderang. Pasir panas dan asin. Segala hangat bumi menguap namun kau masih sembab. Tak berbentuk sudah sekali kerjap.

Masih menyesali peristiwa semalamkah? Baca entri selengkapnya »


berjaraklah

Berjaraklah. Maka semakin sering tentangmu bertamu di kepalaku.

Jangan salahkan sendu yang mengkukungku. Sudah sering kutemui laki-laki sepertimu, yang kupikir bertanggungjawab atas hati perempuan, dan ternyata tidak. Sudah jauh kuberjalan menjelajahi. Dari satu hati ke hati yang lain. Cerita dukaku setumpuk berbiku dalam buku-buku. Berdebu.

Berjaraklah. Maka semakin banyak tanda tanya ke segala arah yang membuatku lemah.

Bagaimana mungkin kau tega meninggalkanku dalam ketersesatan seperti ini? Mudah sekali untukmu menduduki kotak kenanganku. Mudah sekali untukmu menjajah hariku. Mengisi waktuku atas segala kelebihanmu. Mengisi pikiranku dengan segala kicauanmu. Kau menakhodaiku dengan mudah. Menuntunku ke satu arah. Lalu sekarang meninggalkan tanpa wasiat atau perpisahan bersejarah?

Berjaraklah. Maka semakin dalam kenanganmu menenggelamkanku.

Aku yang besok kau lihat masih sama seperti aku yang dulu. Masih sendu. Masih punya topeng tawa yang semu. Masih aku. Hanya saja aku menunggu. Kamu. Jadi, jangan selamanya bisu.

Berjaraklah. Jauh. Semoga rinduku padamu tak pernah keruh.

Berjaraklah dan seandainya itu membahagiakanmu, beri aku waktu memintal airmata sampai jadi kain sutra. Kuselimuti jarakmu dengannya. Biar habis rasa. Biar selesai duka. Biar yang terkenang menggenang. Dan jika itu masih belum mampu membuatku tenang, doakan saja sepiku. Sebab berjarak denganmu mungkin takdir yang kau maui untuk hidupku.


kupukupu bungcudhhh..

kupukupu bungcudhhh..
grr! obrak abrik terus isi perutku. apa kataku, kalian menjajah sekarang.
kalian bilang cuma mau menumpang sebentar, nyatanya kalian tak pergipergi juga.
sekarang malah beranak pinak. sekarang malah mengacak-acak.
oh, aku merasa tak jejak.

kupukupu bungcudhhh..
grr! kalian disitu mau berapa lama lagi? sudah dua malam ini aku tak bisa tidur.
jujur, aku mulai sedikit terganggu. ini bukan jinjitan kaki kalian yang dulu.
ini bukan jinjitan. tapi lompatan. tapi lari-larian. tapi kacau.
sumpah, aku tak tau ini apa. aku merasa tak tenang saja.

kupukupu bungcudhhh..
grr! beranak pinaklah terserah. aku tak peduli lagi. tapi boleh aku mohon sesuatu?
jangan bermain ke jantungku. detak ini tak normal. terlalu cepat.
aku takut aku meledak. jangan bermain ke kedua telapak tanganku. apalagi
bermain salju disitu. jangan, plis.. jangan juga terbang ke paru-paru.
napasku tersengal dan beraroma beku. setiap aku bernapas yang keluar
kristal salju.

kupukupu bungcudhhh..
aku gemeteran.
aku ga tahan..

oh! dari sejuta ketakutanku cuma ada satu petaka yang tak kuinginkan.
demi itu, kubiarkan kalian menyiksaku, kupukupu bungcudhhh.

demi itu,
apapun yang kalian lakukan kumaapkan. ya. terserah mau menjajah,
mau berdiam di perut berlama-lama, mau mengkudeta jantung, mau membekukan
telapak tangan, mau menyegel paru-paruku pun, terserah.
jangan pindah mendadak ya.
jangan pindah tanpa pemberitahuan.
jangan pindah tiba-tiba.
ya. jangan jadikan pindahnya kalian sebagai ‘surprise’.
itu saja. kumohon, kalau memang mau pergi dariku, beri aku tanda.
sebab kekosongan yang tiba-tiba itu biasanya sulit diobati.
terimakasih.


meh. galau!

Heh, baka.

Failure.

Heh, baka..

Failure.

Baka itu apa sik? Bodoh? Atau malu2in? aku bingung baka kamu itu dari jepang atau padang?

Failure.

Gajah, main yuk..

Failure.

Failure. Baca entri selengkapnya »


paginya sari

Terbangun dari posisi udang menggelung, gadis manis berambut ikal tanpa gulung menggeliat tanpa dengung.

“hoaaaahhhhh..”

Sekali tegak, mimpi semalam hilang tanpa jejak. Sisa-sisa kecewa yang diendap manusia dihempas dengan keras. Lenyap. Sekarang Sari siap menyambut hari baru. Sari menyiapkan hati baru. Digulungnya rambut ke ubun-ubun, disambarnya handuk dan pakaian baru penuh senyum.

“selamat pagi, selamat datang tawa..” Baca entri selengkapnya »


mata coklat di muka pembangkang

mata coklat di muka pembangkang melirik pekat

seperti kopi hangat memenuhi penat

aku menanti sosokmu di tengah padat

dan ketika menemukan kau melirik aku tercekat

pantun bodoh pembuka satu pertanyaan buatmu, katanya kelamaan duduk pada suatu posisi akan menyebabkan pembekuan dan bisa mengakibatkan kematian, nah karena memang tidak pantas perempuan yang meminta duluan, bolehkah aku bertanya satu pertanyaan,

profile picture yang aku sukai itu senja atau subuh?