menyurati diri sendiri

                                Gunungsitoli, kota yang digadang-gadangkan jadi ibukota provinsi, 1 Februari 2014

Hai Za,

Sekiranya surat ini kukirimkan padamu tepat di tanggal 16 Januari kemarin. Sekiranya pada tanggal itu program #30harimenulissuratcinta tahun ini dimulai. Sekiranya surat pertama jatuh di hari favoritmu. Ya, hari ulang tahunmu.

Tapi tak apalah ya, Za. Meski terlambat, kau pantas mendapatkan surat ini. Bukan hanya pantas, kau harus mendapatkan surat ini.

Selamat menikmati umur dua puluh lima, Za.

Semakin tahun semakin beda ya rasa perayaannya. Haha. Kau makin dewasa? Tak perlu dijawab, kau tahu aku benci membuatmu bertanya-tanya sendiri. Isi kepalamu terlalu penuh dengan tanda tanya. Dan aku benci harus melihatmu kebingungan dengan isi kepalamu sendiri.

Semua yang terbaik buatmu menjadi segala pengharapanku. Meski kita seringkali tidak tahu, yang terbaik itu yang seperti apa. Sementara kemauan dan kebutuhan kita tak ada habis-habisnya. Di luar sana orang-orang bicara takdir yang sampai saat ini kita masih meraba-raba seperti apa wujudnya.

Tapi meski begitu, kumohon padamu nikmatilah hidup. Sebaik dan seburuk apapun itu. Kau tidak pernah benar-benar sendiri, Za. Jangan takut, ada aku. Dan tidak ada yang lebih setia menemanimu selain aku. Bahkan di saat kau membenciku, mempertanyakan keberadaanku, aku tak pernah kemana-mana. Aku ada.

Tentang semua mimpimu, teruslah berusaha. Meski kadang meredup, tetap jaga api semangatmu. Karena tanpa mimpi-mimpimu itu, kau seringkali melupakanku. Padahal dengan siapa kau akan mewujudkannya jika tidak bersamaku? Begitupun tentang perasaanmu. Diskusi-diskusi kita yang panjang, yang seringkali tak bertemu kata sepakat itu, aku tahu yang kita butuhkan hanya waktu. Ketika kelelahan kita membutuhkan rumah, hati dan logika kita akan berdamai, saat itu kau tahu pada akhirnya perasaan bukanlah perihal terpenting.

Lebih sering memeluk dirimu ya, Za. Tidak ada yang lebih baik memeluk dirimu, selain dirimu sendiri. Kau tahu itu dengan persis.

Selamat ulang tahun.

mencintaimu dengan sungguh,

dirimu sendiri.

Iklan

2 Komentar on “menyurati diri sendiri”

  1. gembrit berkata:

    25 tahun, ya.. bersiaplah terkena quarter life crisis.. :))


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s