dear dian @pranestiputri sastro & mariana @omikchu renata

Kepada Dian Sastro dan Mariana Renata,

Apa kabar, cantik? Kangen ih.

Awalnya dulu kupikir kalian adalah tipikal anak-anak Jawa yang terbiasa berbicara dan bergaul hanya dengan mereka yang sealiran saja. Sebagai pribadi yang menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika, sejujurnya aku enggan dengan kebiasaan seperti itu. Bukannya ngeles karena tak punya satu bahasa daerahpun yang dikuasai, bukan, ini cuma masalah selera. Tapi ternyata, kalian beda.

Dian Sastro. Kau perempuan Jawa tergalak yang pernah kutemui. Baiklah, aku mengakui. Kau Bataknya Jawa. Dengan kepiawaianmu merangkai kata, merajut canda, menebar tawa di jalinan pertemanan kita, aku mengagumimu. Kau juga pribadi yang mengayomi, mungkin faktor umur diantara kita sih.. Tapi tetap, sebagai sosialita di kancah Ibukota khususnya daerah Kemayoran sekitarnya, kau juara.

Mariana Renata. Kau perempuan Jogja terkocak yang pernah kukenal. Aku juga mau mengakui, aku penggemar nomor satu gambar-gambar buatanmu. Diasah sedikit lagi kupikir lalabohang juga lewat kaubuat. Darimana kreativitasmu bermula? Seringkali tak terpikirkan dan mengejutkan. Mungkin karena kelucuanmu, kadang aku berpikir diantara kita bertiga kaulah si bungsu.

Suatu pagi, beberapa jam sebelum pesawatku terbang meninggalkan ibukota, sms dari Dian sampai di layar henponku. Dian bilang sampai jumpa dan jaga diri baik-baik sebab pasti akan ada piknik lagi di antara kita. Di titik itu aku menyadari, kebahagiaan di akhir minggu bersama kalian akhirnya harus disudahi. Kemudian tanda mula untuk rindu terhujam di dadaku. Ternyata kehilangan itu nyata.

Mungkin surat ini terlihat berlebihan di mata kalian. Aku cuma mau minta maap atas janji yang mungkin belum kupenuhi.  Maap untuk semua tingkah yang mungkin sering membuat kalian jengah. Maap untuk semua kekuranganku di sepanjang perjalanan kita. Aku juga mau bilang terima kasih sudah menoreh warna-warna cerah di kanvas kehidupanku di ibukota. Terima kasih untuk semua tawa yang kita cipta. Terima kasih untuk penat yang kita bagi di taman-taman kota. Terima kasih untuk menjadi Dian Sastro dan Mariana Renata terbaik yang pernah kueja dengan mudah namanya. Terima kasih sudah lahir di dunia. Mungkin, jika tidak ada kalian, piknik dan bersenang-senang di taman hanya khayalan. Sementara di sini, masih belum kutemukan teman bertamasya sesempurna kalian.

Aku cuma mau bilang. Aku kangen. Jadi, kapan kita piknik lagi?

 

 

Sesenggukan manis di balik keranjang,

Aprilia Apsari.

piknikasik

Iklan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s